Kenapa Influencer Keuangan Rajin Nyuruh Kita Investasi? Antara Edukasi dan Sisi Bisnis di Balik Layar
![]() |
| photo by arturo anez/www.pexels.com |
Buka TikTok, isinya tips investasi. Buka Instagram, isinya grafik saham. Bahkan di YouTube pun, kita sering dicekoki narasi tentang cara jadi miliarder di usia muda lewat reksadana. Pernah nggak sih kamu penasaran, kenapa influencer atau creator keuangan sering banget mengajak orang buat investasi? Rasanya kok mereka getol banget, padahal uang yang diinvestasikan kan uang kita sendiri, bukan uang mereka.
Awalnya mungkin kita ngerasa termotivasi. Tapi lama-kelamaan, kok rasanya aneh ya? Mereka kayak gak capek-capek ngomong hal yang sama setiap hari, seolah-olah kalau kita gak investasi bulan ini, kita bakal jadi orang paling gagal sedunia.
Apakah mereka ngelakuin itu murni karena peduli sama masa depan finansial kita? Jawabannya: gak sepenuhnya. Yuk, kita bongkar sisi bisnis di balik layar kenapa para influencer ini rajin banget jualan konten investasi, biar kita gak gampang kemakan omongan manis mereka.
1. Uang Komisi dari Aplikasi Investasi (Sistem Afiliasi)
Alasan paling nyata dan paling gede kenapa mereka rajin banget bikin konten investasi adalah karena duit komisi. Kebanyakan influencer itu bekerja sama dengan aplikasi-aplikasi investasi legal yang ada di Indonesia.
Sistemnya adalah afiliasi. Setiap kali mereka bikin video tutorial, di akhir video mereka pasti bakal bilang: "Jangan lupa pakai kode referral saya ya, biar dapet bonus saldo Rp10 ribu." Nah, di balik layar, setiap ada satu orang yang daftar dan naruh uang pakai kode tersebut, si influencer bakal dapet jatah komisi dari pihak aplikasi. Makin banyak kamu investasi, makin gendut juga rekening mereka.
2. Kontrak Endorse yang Nilainya Gila-gilaan
Aplikasi keuangan atau platform investasi itu punya modal yang gede banget buat promosi. Mereka berani membayar influencer dari harga belasan juta sampai ratusan juta rupiah cuma buat bikin satu video ulasan.
Jadi, pas kamu liat video si influencer lagi pamer layar HP-nya yang isinya grafik hijau dan keuntungan investasi yang keliatan gampang banget, kamu harus sadar kalau itu adalah bagian dari iklan. Mereka diwajibkan oleh kontrak untuk menampilkan sisi indahnya saja agar kamu tertarik buat ikutan download aplikasi tersebut.
3. Jualan Kelas Online dan Buku Buatan Sendiri
Bikin konten edukasi gratisan di TikTok atau Instagram itu sebenarnya cuma taktik umpan awal. Tujuan akhir dari kebanyakan influencer keuangan adalah membangun reputasi agar mereka terlihat sebagai orang paling pinter soal uang.
Begitu penontonnya sudah banyak dan percaya sama omongan mereka, barulah mereka mulai jualan produk aslinya: kelas online berbayar, seminar khusus, atau buku finansial buatan mereka sendiri. Harga kelasnya bisa ratusan ribu sampai jutaan rupiah. Konten gratisan kemarin sengaja dibuat biar kamu ngerasa "kurang ilmu" dan akhirnya terpaksa beli kelas berbayar mereka.
4. Saham yang Mereka Bahas Sengaja Biar Harganya Naik
Ini taktik yang agak licik tapi sering terjadi di dunia pasar modal. Ada istilah di mana seorang influencer yang punya pengikut jutaan orang, sengaja membahas satu kode saham tertentu dalam kontennya. Mereka bakal bilang kalau saham ini punya masa depan bagus dan harganya bakal naik tinggi.
Ketika ratusan ribu pengikutnya percaya dan ikutan beli saham tersebut secara bersamaan, otomatis harga sahamnya bakal melonjak naik karena banyak yang borong. Di saat harganya lagi tinggi-tingginya itulah, si influencer diam-diam menjual saham miliknya buat dapet untung gede, sementara para pengikutnya yang telat tahu bakal gigit jari karena harganya turun lagi.
5. Solusinya: Ambil Ilmunya, Jangan Telan Mentah-mentah
Apakah ini artinya semua influencer keuangan itu jahat dan gak boleh ditonton? Gak juga. Banyak kok dari mereka yang emang ngasih dasar-dasar ilmu keuangan yang bagus dan berguna buat kita yang masih awam.
Kuncinya adalah jangan pernah menelan mentah-mentah semua rekomendasi mereka. Anggap konten mereka cuma sebagai referensi atau hiburan aja. Kalau mereka menyarankan sebuah aplikasi atau saham, lakukan cek ulang sendiri secara mandiri. Jangan pernah menaruh uang hasil kerja kerasmu cuma karena denger omongan orang di media sosial yang bahkan gak bakal bertanggung jawab kalau uangmu hilang.
Kesimpulan
Di balik layar konten edukasi keuangan yang keliatan mulia itu, tetep ada perputaran bisnis yang nyata. Influencer juga manusia biasa yang butuh cari duit dan membayar tagihan hidup mereka sendiri lewat konten-konten tersebut. Boleh banget dengerin tips dari mereka, tapi tetep pakai logika sendiri. Investasilah karena kamu emang sudah paham risikonya dan punya uang dingin, bukan karena merasa tertekan atau FOMO gara-gara nonton video di media sosial.
Kalau kamu sendiri, punya gak influencer keuangan favorit yang omongannya sering kamu ikutin? Atau malah pernah punya pengalaman zonk gara-gara dengerin saran mereka? Yuk, tulis ceritamu di kolom komentar di bawah, mari kita saling berbagi dan belajar bareng!

Comments
Post a Comment